Pendidikan Anak Tumbuh Kembang Anak

Waspada Bullying yang Tidak disadari

5 Desember 2021 Waspada Bullying yang Tidak disadari

Bullying atau bully merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti baik fisik maupun mental dan dilakukan secara terus menerus.

Kasus bullying yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia kian memprihatinkan. Hasil kajian Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter tahun 2014 menyebutkan, hampir setiap sekolah di Indonesia pernah terjadi kasus bullying, walau hanya bullying verbal dan psikologis/mental.

Aksi mendorong, merebut barang, mengolok atau mengejek orang lain biasanya dianggap wajar bagi sebagian orang. Secara tidak langsung tanpa kita sadari praktik bullying telah terjadi dari hal yang kita anggap wajar atau biasa-biasa saja. Jika ada seorang siswa yang mendorong siswa lain dengan kasar kemudian yang didorong merasa terintimidasi dan tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang maka bullying telah terjadi. Namun apabila korban bullying tidak merasa takut atau terintimidasi berarti tindakan tersebut belum dapat dikatakan bullying. Sehingga dalam hal ini korban bullying tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya karena lemah secara fisik dan mental.

Jenis bullying bisa berupa kontak fisik secara langsung maupun tidak langsung, secara verbal yaitu ucapan, dan cyber bullying berupa tindakan bullying yang dilakukan melalui media komunikasi seperti internet dan media sosial. Bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik anak- anak yang menjadi korban bullying, anak-anak yang melakukan bullying, anak-anak yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Pada kasus yang berat, bullying dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya.

Sering kali ada beberapa orang yang tidak menyadari bahwa tindakan yang ia lakukan menjurus pada tindakan bullying dikarenakan pengertian dan paham mengenai konteks bullying yang tidak menyeluruh. Hal ini perlu diwaspadai karena si korban bullying-lah yang mempunyai efek terbesar terhadap dampak bullying. Beberapa contoh bullying yang tidak disadari oleh pelaku maupun orang lain di sekitarnya yaitu memanggil dengan nama julukan, menatap sinis, menebar gosip, mempermalukan orang di depan umum, mengucilkan, mendiamkan dan lain-lain.

Sekilas, beberapa perbuatan tersebut terdengar wajar di lingkungan pertemanan terutama pada pertemanan yang sudah sangat dekat. Namun ternyata perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh bullying yang tidak disadari. Memanggil dengan nama julukan misalnya, di lingkungan pertemanan sudah tidak aneh dengan pemberian julukan pada teman tertentu. Pemberian julukan seperti “si gendut” untuk teman yang berbadan besar atau “si mata empat” untuk mereka yang berkacamata adalah hal yang lumrah dilakukan dalam pertemanan dan terkadang mereka yang memberi dan diberi julukan pun tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah bentuk bullying. Walaupun korban tidak merasa takut atau terintimidasi dan merasa bahwa tindakan tersebut belum dikatakan bullying, tidak serta merta membenarkan perbuatan tersebut. Hendaknya kita selalu menjaga hubungan pertemanan dan menghindari segala bentuk bullying.

 

 

Lihat juga artikel lainnya

Bagikan Artikel ini
tentang Penulis Eduplus Indonesia

We have distributed ASIAN ELEMENTARY TIMES and FREE NOTE to elementary schools in Southeast Asia since 2013.